Beberapa waktu lalu muncul sebuah berita mengenai Samsung Galaxy S8 berita itu mengatakan bahwa Galaxy S8 akan hadir dengan fitur virtual Asisstant sendiri

Samsung Galaxy S8
Samsung Galaxy S8

Di kabar itu juga di katakan bahwa Samsung juga sudah mengakusisi sebuah perusahaan pengembang teknologi virtual Asisstant yang memiliki nama Viv dan menariknya lainnya perusahaan itu juga ikut dalam proses pengembangan voice asisstant dari Apple yaitu Siri.

Namun kini muncul kabar dari The Register yang mengindikasikan kalau keinginan Samsung menambahkan Viv di Galaxy S8 bakal dihalangi oleh Google. Mengapa? Karena kehadiran Viv dianggap bakal menyaingi layanan serupa dari Google, yaitu Google Now atau Google Assistant.

Para analis menyebut bahwa situasi ini sangat menyulitkan Samsung, mengingat perusahaan mereka mutlak perlu sebuah faktor pembeda yang menonjol untuk kembali merebut perhatian pengguna pasca kegagalan Galaxy Note 7.

Samsung sendiri baru saja mengikat kesepakatan eksklusif dengan Google untuk pembagian penggunaan hak paten pada tahun 2014 lalu, dan buah dari kesepakatan tersebut berpotensi membuat mereka gagal menambahkan Viv ke Galaxy S8.

Analis dari Edison Investment Research yaitu Richard Windsor mengatakan kalau Viv memiliki keunggulan dari segi lebih cerdas dalam memahami pertanyaan kompleks dan beruntun, juga pertanyaan dalam bentuk konteks tertentu.

Sebaliknya, Google Assistant masih belum mampu menjalankan kemampuan serupa, jadi akan sangat disayangkan jika Viv bakal benar-benar tak bisa hadir di Galaxy S8.

Namun tak menutup kemungkinan kalau nantinya bakal ada kesepakatan khusus yang memungkinkan Viv dan Google Assistant sama-sama hadir di Galaxy S8.

Jika Anda ingat, beberapa minggu yang lalu Google dikabarkan melarang para produsen memakai fitur Quick Charge dari Qualcomm, dengan anggapan bahwa fitur tersebut bertentangan dengan standar yang dipakai oleh Google dan tidak kompatibel dengan PC.

Saat ini Pun Qualcomm sudah resmi mengumumkan chipset terbarunya yaitu Snapdragon 835 dengan fitur Quick Charge terbaru yang maknanya kedua perusahaan sudah melakukan kompromi agar fitur Qualcomm tidak melanggar ketentuan dari Google.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *