Keren Modul Prototype Smartphone ini pakai 4 Sensor Kamera

Jika Kemarin Dual Camera menjadi sebuah trend maka ada kalanya nanti fitur itu tidak akan jadi trend lagi dan di geser dengan tekhnologi baru

kamera
kamera

Dual Camera ini juga membuat bagian belakang lebih menonjol dan batasan ruang yang tersedia di bodi smartphone tidak memungkinkan untuk memakai kamera dengan sensor canggih dan besar.

Menjawab masalah ini, institut Fraunhofer yang sebelumnya telah berjasa dalam menghadirkan file format .MP3 pun segera berinisiatif untuk mengembangkan solusi menarik: sebuah modul kamera slide-out yang tipis dan bisa dipasangkan ke dalam smartphone berbodi tipis.

Keunggulan modul ini adalah kualitas teknologi kamera tetap tinggi, sementara bentuknya sama sekali tak merusak desain smartphone yang mengedepankan faktor tipis.

Prototype yang dikembangkan saat ini memiliki 4 buah sensor, dan posisinya diputar 90 derajat sehingga terpasang di bagian samping ponsel.

Keempat sensor kemudian dilapisi serangkaian cermin mungil guna memantulkan hasil pemotretan dari bagian depan atau belakang ponsel.

Para ilmuwan Fraunhofer awalnya menggunakan sistem cermin tunggal, namun cara tersebut gagal menghasilkan foto yang baik untuk pemotretan jarak dekat. Tim Fraunhofer kemudian menambahkan lapisan cermin ke-2 dan menggabungkan hasil potret dari kedua lapisan, namun hasilnya malah kacau.

Uniknya, ketika ditambahkan set sensor ke-2 beserta lapisan cermin, modul tersebut malah berjalan lancar seperti yang diharapkan.

Prototype tersebut mampu memotret dengan resolusi mencapai 20MP, dan jumlah tersebut dianggap memuaskan jika mengingat banyaknya sensor yang dipakai, juga dukungan auto-focus serta OIS.

Namun untuk menjual modul ini kepada para produsen smartphone merupakan sebuah masalah baru, karena desainnya yang benar-benar berbeda bakal memaksa para produsen merombak tatanan desain dari bagian dalam smartphone.

Tidak hanya itu saja penggunaan sensor kamera 4 buah ini juga akan membuat daya baterai cepat terkuras karena energi yang di gunakan tentu cukup besar.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.